Wednesday, August 8, 2018

Apa Yang Terjadi Jika Menelan Permen Karet?

 
Kamu mungkin pernah mendengar dari gurumu bahwa jika kamu menelan permen karet permen itu akan ada selamanya di dalam perutmu. Atau yang lebih buruk lagi, sebuah pohon karet akan tumbuh karena permen karet itu. Haha! Itu konyol. Menelan permen karet tidak akan membuat sebuah pohon karet tumbuh di dalam perutmu. 

Hari ini kita akan membahas tentang apa yang terjadi jika kamu menelan permen karet

Jika kamu memakan makanan pada umumnya, ada tiga proses yang akan terjadi di dalam tubuhmu yang akan membuat makanan tersebut berubah menjadi kalori / sumber tenaga untukmu.

Yang Pertama, tentu saja yaitu mengunyah. Proses menghancurkan makanan menjadi bagian yang lebih kecil dan lebih kecil lagi. Air liur dibantu dengan Enzim akan membantu melumatkan makanan yang kamu makan. Setelah kalian menelannya, makanan akan turun ke lambung, kemudian selanjutnya makanan akan berjalan secara perlahan lahan menuju sistem percernaan.

Namun permen karet tidak akan mengikuti aturan tersebut. Sebanyak apapun kamu mengunyah, permen karet tidak akan hancur menjadi bagian yang lebih kecil. Permen karet sudah ada sejak lama dari yang kamu bayangkan. Para suku Maya dan Aztect memanen resin dari pohon sawo. Mereka akan mengeringkannya menjadi sebuah Chaw dan mengunyahnya untuk mencegah kelaparan. Sampai kemudian, permen karet memiliki fungsi membuat nafas segar.

Bagaimanapun, kebanyakan dari permen karet yang kita makan saat ini terbuat dari dua unsur, yaitu Polimer Alami dan Polimer Buatan. Polimer buatan yang dipakai dalam permen karet yaitu karet butil, karet yang juga dipakai dalam beberapa produk, seperti lem, fiber optik, kertas, peralatan olahraga, botol plastik dan ban.

Namun jangan khawatir, karet butil yang ada di permen karetmu tidak akan membuatmu sakit. Itu karena butil tersebut tidak bisa hancur. Gumpalan permen karet tersebut akan tetap utuh di dalam tubuhmu. Enzim yang terdapat di air liur dan asam lambungpun tidak mampu menyentuh butil tersebut, Namun, tubuhmu tahu cara untuk mengangani permen karet tersebut, yaitu prosesnya sama dengan makanan yang tidak hancur saat dicerna oleh tubuh kita, seperti jagung dan biji bunga matahari (kuaci). 

Otot saluran pencernaanmu akan bergerak secara bersamaan dan permen karet tersebut akan keluar dari sistem tubuhmu dalam satu atau dua hari bersamaan dengan yang lainnya.
Jadi, permen karet tidak akan selamanya ada di tubuhmu jika kamu menelannya. Namun, bukan berarti kamu dapat menelan permen karet setiap kamu memakannya. Itu bisa membuat saluran pencernaanmu menjadi terganggu bahkan tersumbat yang akan menyebabkan kamu bisa sakit perut. Peristiwa ini dinamakan dengan Bezoar.

Perempuan berusia 18 tahun di Israel berhasil selamat dari kejadian ini. Penyebabnya? ia menelan sampai 5 permen karet setiap hari. Mau tidak mau paramedis harus mengoperasi untuk mengambil gumpalan permen karet yang menumpuk di lambungnya satu per satu.

Ada sebuah fakta menarik dibalik aktivitas mengunyah permen karet. Beberapa studi kecil menyatakan bahwa memakan permen karet bisa membuatmu rileks. Karena hal tersebut dapat mengurangi tingkatan kortisol, homon stress yang ada di air liurmu.